Jumat, 30 Maret 2018

Web Science


1.   Pengertian Web Science
Web Science adalah ilmu pengetahuan untuk membuat dan memanipulasi web, Web adalah kumpulan halaman yang dapat menampilkan informasi berupa gambar, animasi, tulisan, suara maupun gabungan dari keseluruhannya yang bersifat statis atau dinamis yang dapat membentuk rangkaian yang saling terkait yang dihubungkan dengan banyak link. Science adalah ilmu pengetahuan yang didapat dan bisa menjadi pengetahuan bagi masyarakat untuk memberi informasi yang akurat.

2. Sejarah Web Science

Web Science didirikan pada tahun 2006 dengan nama Web Science Research Initiative (WSRI). Web Sicence ini awalnya adalah hasil dari Memorandum of Understanding antara MIT CSAIL dan University of Southampton, ECS. Ambisinya adalah mengkoordinasi dan mendukung sentralisasi pembelajaran World Wide Web. Sejak pertama kali diluncurkan, konsep Web Science sudah menyebar secara meluas dan mengukuhkan diri sebagai area aktifitas yang penting.
Aktifitas WSRI fokus pada (i) artikulasi agenda penelitian untuk komunitas scientific, (ii) mengkoordinasi pengembangan materi pembelajaran Web Science dan (iii) mengikat pemikiran tentang kepeminpinan pada sektor yang berkembang ini.
Untuk melanjutkan aktifitasnya dan mendukung pengembangan Web Science secara global, para direktur WSRI membuat badan amal-the Web Science Trust (WST). WST berkerja sama dengan World Wide Web. Golnya adalah untuk mendorong partisipan luas dalam pengembangan Web Science. the Foundation mempunyai misi untuk meningkatkan Web. the Trust dan the Foundation mempunyai kesamaan komitmen untuk melanjutkan disiplin dari Web Science dan akan bekerja bersama pada beberapa proyek yang memperbaiki pengertian tentag Web Science dan mempromosikan dampak positif Web Science pada masyarakat luas.

3.   Perbedaan Web 1.0, 2.0 dan 3.0

Web 1.0
Dirancang untuk mengakses infromasi yang interaksinya  hanya satu arah dan memiliki sifat Read ,penggunaanya sebagai media informasi hanya menampilkan suatu informasi dimana penggunanya hanya dapat membaca saja informasi yang ada didalamnya. Karena aktifitasnya hanya sebatas searching sehingga memiliki keterbatasan pada Web 1.0 yang mengharuskan pengguna internet untuk datang ke dalam website tersebut dan melihat satu persatu konten di dalamnya Bahasa yang digunakan pada web ini masih berupa HTML saja.

Contohnya : http://mp3.com/ , http://www.akamai.com/ , http://www.evite.com/

Web 2.0
Merupakan teknologi web yang menyatukan teknologi-teknologi yang dimiliki dalam membangun web. Penyatuan tersebut merupakan gabungan dari HTML, CSS, JavaScript, XML, dan tentunya AJAX. 
Web 2.0 mempunyai keuntungan dimana pengguna internet dapat melihat konten suatu website tanpa harus memasuki terlebih dahulu alamat situs yang bersangkutan.
Adanya interaksi dua arah yang menyebabkan terbentuknya jejaring sosial dan ajang sharing , dengan menggunakan dukungan AJAX atau berbagai plug-in (API) yang ada di internet.

Contoh : http://spreadsheets.google.com. (program sejenis MS Excel)
Youtube.com , Friendster.com, , facebook.com dan jejaring sosial lainnya.

Web 3.0
Web 3.0 merupakan perkembangan teknologi website yang semakin canggih. Dimana perkembangan generasi dari layanan berbasis internet yang semakin cerdas.Web 3.0 mempunyai kemampuan interaksi didalamnya menyediakan apa yang kita butuhkan dengan bisa memberi saran atau nasihat .
Dalam Web 3.0 ini terjadi sebuah titik pertemuan antara Teknologi Informasi  dengan alat Telekomunikasi.
Dan standar yang paling penting untuk web 3.0 adalah XML, XML Schema , RDF OWL dan SPARQL.

Contoh web 3.0 :  search engine seperti  Google (http://www.google.co.id.).

4.   Metodelogi Web Science

Metodologi Web Science

Web Science merupakan kajian sains dari Web. Ketika Web telah bergerak ke ranah ilmu, maka pertanyaan mendasar adalah bagaimana keilmuan ini melakukan metodologi. Bagaimana peneliti atau engineer melakukan pendekatan terhadap Web untuk pemahaman dan relasinya dengan domain sosial secara luas dan inovasi apa yang dapat dilakukan.

Berbagai penelitian yang berlangsung saat ini melakukan pengembangan pada metodologi pemetaan (mapping) dan graph pada struktur Web dengan sampling sebagai kunci utamanya [Leung, 2001]. Sebagai contoh laporan riset [Fetterly, 2004] menyatakan bahwa 27% dari web di Jerman (.de) melakukan perubahan setiap minggu. Model lain adalah metodologi model analisis yang mengkombinasikan data empiris yang digunakan untuk melakukan determinasi probabilitas. Metodologi pada Web Science akan dipengaruhi oleh perekayasaan yang berlatar belakang industri maupun peneliti akademisi.



Sumber :